Januari 2024

hasil PISA 2022

Skor PISA Diumumkan: 3 Kunci Tingkatkan Literasi-Numerasi

Kemendikbudristek mengumumkan hasil skor PISA 2022 pada Selasa (5/12) secara daring melalui saluran YouTube. PISA merupakan studi internasional yang menilai sistem pendidikan melalui pengukuran kompetensi literasi dan numerasi murid. Nadiem Makarim, Mendikbudristek, menyampaikan, meskipun skor literasi dan numerasi murid Indonesia turun, tapi peringkatnya naik dibanding hasil PISA terakhir tahun 2018. Hal ini membuktikan ketangguhan sistem pendidikan Indonesia menghadapi bencana COVID-19. “Dampak daripada pandemi dan learning loss yang dihadapi Indonesia, pemulihannya itu jauh lebih cepat dari rata-rata negara lain di dunia. Ini menunjukkan ketangguhan sistem kita dan strategi yang kita lakukan untuk mengejar ketertinggalan ternyata efektif,” jelas Nadiem. Strategi yang Nadiem sebut merujuk pada penerapan Kurikulum Darurat. Kurikulum Darurat merupakan Kurikulum 2013 dengan materi yang disederhanakan agar pembelajaran dapat lebih mendalam. Pada masa pandemi, satuan pendidikan memiliki tiga opsi kurikulum, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Prototipe, dan Kurikulum Darurat. Berdasar hasil riset, Nadiem mengungkapkan, sekolah yang menggunakan Kurikulum Darurat mengalami learning loss jauh lebih rendah dibanding sekolah yang tetap menggunakan Kurikulum 2013. “Dimana hasil belajar satu tahun di sekolah yang benar-benar menerapkan Kurikulum Darurat, kurikulum yang jauh lebih ramping, lebih sederhana, mudah dimengerti, yang esensial saja yang difokuskan, learning loss yang mereka hadapi jauh lebih kecil dibanding sekolah-sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013, hanya kehilangan 1 bulan dibanding 5 bulan,” terangnya merujuk pada penelitian Kemendikbudristek pada tahun 2021.. Bukik Setiawan, ketua Yayasan Guru Belajar, mengapresiasi kebijakan Kemendikbudristek yang  memberi pilihan pada sekolah untuk memilih satu dari tiga kurikulum. Pilihan tersebut menunjukkan kementerian menghargai kewenangan sekolah untuk menentukan kurikulum terbaik untuk murid-murid di sekolahnya.  “Sudah terlalu, keputusan diputuskan total oleh pemerintah pusat, tanpa menghargai kewenangan sekolah yang lebih paham kondisi murid dan daerah. Dengan hasil PISA menunjukkan bahwa pilihan kurikulum yang dipilih oleh sekolah terbukti membantu Indonesia tetap tangguh terhadap ancaman learning loss,” kata Bukik. Bukik mengajak guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk bergerak bersama memperluas dan meningkatkan kualitas penerapan kurikulum merdeka.  “Mungkin belum bisa menyeluruh, tapi setidaknya bisa memprioritaskan 3 agenda kunci: manajemen kelas, asesmen di awal pembelajaran dan diferensiasi pembelajaran. Bila 3 agenda kunci ini terlaksana, niscaya akan ada peningkatan literasi, numerasi dan karakter murid di sebuah sekolah,” terangnya. Selain itu, Bukik juga menyarankan agar guru mengajak murid berdiskusi saat menentukan asesmen, “Bila didiskusikan bersama murid, maka asesmen juga memicu perubahan perilaku dan kebiasaan belajar murid,” pungkas Bukik. (YOSI)

Skor PISA Diumumkan: 3 Kunci Tingkatkan Literasi-Numerasi Read More »

platform merdeka mengajar

Kontribusi Yayasan Guru Belajar untuk Platform Merdeka Mengajar

Yayasan Guru Belajar (YGB) memenuhi undangan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek untuk hadir di sesi Gelar Wicara dalam Pekan Raya Belajar dan Berkarya. YGB hadir sebagai mitra pembangunan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kegiatan diselenggarakan pada Jumat (17/11). YGB yang kehadirannya diwakilkan Andreas Afrindo, memberi umpan balik terhadap aktivasi Platform Merdeka Mengajar (PMM). Menurutnya, kolaborasi mitra pembangunan dan pendidik melalui PMM merupakan kolaborasi yang bermakna. “Mitra terlibat intens di lapangan dengan pendidik, sehingga bersama Platform Merdeka Mengajar dapat menyediakan kebutuhan yang sesuai. Sesuai kebutuhan guru, kebutuhan murid, dan perkembangan pendidikan,” jelas Andreas, partnership officer YGB. “Kolaborasi ini dapat menghasilkan pengembangan bersama sumber daya pendidikan, seperti materi pelajaran, modul, atau teknik pengajaran inovatif. Sharing praktik baik pendidik melalui PMM dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil belajar,” lanjutnya. Meskipun sudah apik secara fitur, Andreas berharap, pelibatan mitra pembangunan melalui PMM meningkat. Dia mengatakan, mitra dapat terlibat dengan menyelenggarakan pelatihan reguler dan program pengembangan profesional untuk guru.  Melalui program tersebut, guru memiliki ruang konsultasi untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi di sekolah. Yayasan Guru Belajar Memberikan Penyegaran untuk Pembekalan Kompetensi Guru Dihubungi terpisah, Bukik Setiawan selaku ketua YGB, menuturkan, YGB berkomitmen untuk mendampingi pendidik agar terlepas dari jerat miskonsepsi belajar agar bisa menerapkan merdeka belajar. Saat ini, YGB telah mendampingi 50 dinas pendidikan/Kemenag daerah. Selain itu 2219 satuan pendidikan, 703.500 guru, serta memberdayakan 1000 lebih pendidik untuk berbagi praktik baik. “YGB sudah memberikan penyegaran dan pembekalan pada sejumlah komponen proses belajar sesuai arah perubahan Kurikulum Merdeka,” ungkapnya. “Seperti persiapan alur belajar, persiapan berjejaring dengan pemerintah daerah untuk mengaktivasi kolaborasi IKM, persiapan pelatih, serta persiapan dukungan untuk memastikan keberlanjutan pendampingan guru dan satuan pendidikan melakukan IKM,” lanjut Bukik. YGB melalui satu dari tiga unitnya, yakni Kampus Pemimpin Merdeka, menggelar program pendampingan Siap Kurikulum Merdeka. Program tersebut mendampingi sekolah untuk melakukan simulasi menganalisis karakteristik sekolah, simulasi membuat kerangka Kurikulum Operasional Sekolah (KOS), menyusun tujuan pembelajaran (CP, TP, dan ATP), serta memahami pengembangan Proyek Penguatan Profil Pancasila (P5). (YOSI)

Kontribusi Yayasan Guru Belajar untuk Platform Merdeka Mengajar Read More »